Sunday, December 23, 2012

Between Alicia and Theresia [part3]



“Re…. aku……..” tiba-tiba aku tidak mampu berfikir… semua terasa seperti melayang-layang. Aku bahkan hampir melupakan Abi, aku tidak berani bermimpi meraih cintanya dalam keadaan seperti ini, meski jujur.. sebenarnya aku mencintainya.


*****

Theresia mengusap air matanya memandang kepergian Alicia dan Abi meninggalkan ruang tunggu bandara ini. Hari ini mereka berangkat ke Sydney untuk melaksanakan pernikahan, mengingat tidak mungkin menikah dengan perbedaan keyakinan di Negara ini. Theresia menghela nafas panjang…. Semoga kalian berbahagia sahabatku.

Aku memang hanya mencintai Abi, namun Alicia lebih dari itu, ia sangat membutuhkan Abi dan sebagai sahabat ia akan merelakan apapun untuk kebahagiaan sahabatnya. Theresia tidak menyesali bahwa dr. Abimnayu lebih memilih sahabatnya itu, ia bahkan berharap Alicia segera sembuh dan ceria kembali.

Saat ini setahun sudah Alicia dan Abi menikah, selama ini yang mereka lakukan adalah bertahan dari virus Steven Johnson Syndrome yang menggerogoti tubuh Alicia. Wanita itu sudah berusaha melawan keterpurukan.. ia sudah bertahan sekian lama dari virus itu, apalagi ada Abi yang selalu menjaganya dan mencurahkan segenap cintanya. Abi tak pernah sekalipun mengeluh bahkan ketika kondisi Alicia berada dalam titik nol, saat detak jantungnya sudah semakin lemah.. dan nafasnya sudah mulai tersengal-sengal.. hanya satu permintaan Alicia ketika saat itu Abi menjaganya di ruangan intensive care unit, dan Abi hanya bisa mengiyakan permintaan istrinya itu sebelum ia menciumnya dan melihat detik-detik waktu saat Alicia terpejam untuk selama-lamanya.

*****

“Maafkan saya, Abi…….. saya tidak bisa menerimanya… cintamu hanya untuk Al….…“ Theresia tersenyum  kepada dr. Abimanyu.

“Saya tidak memaksamu, Re… ini permintaan Alicia….. bagaimanapun kamu harus tahu..”

“Sekali lagi saya minta maaf….. saya sangat menyayangi Al, saya tidak mungkin menerimamu…. Lagipula saya akan segera ke luar negeri untuk melanjutkan study..”

“Baiklah, Re….. saya bisa mengerti keputusanmu.. semoga sukses ya…” dr. Abimanyu meninggalkan Theresia yang diam-diam menghapus air matanya.

Siapa bilang ia tidak menginginkan Abi, ia bahkan mencintainya sampai tak mau membuka hatinya untuk siapapun. Hatinya hanya untuk Abi… namun ia tidak ingin Abi datang kepadanya karena permintaan Alicia. Ia tidak ingin Abi terpaksa menikahinya hanya karena ingin mewujutkan permintaan almarhum Alicia yang meninggal setahun yang lalu.

Theresia memang harus pergi, paling tidak pergi dari kehancuran cintanya yang ia buat sendiri. Namun Theresia adalah wanita yang sangat menjunjung tinggi arti sebuah kesetiaan. Ia akan tetap setia untuk mencintai Abi… tetapi tidak untuk memilikinya. Cinta dan hidup pria itu adalah milik Alicia, sahabatnya yang telah tiada.

*****

Kebaktian kali ini membuat Theresia bahagia. Sejak seminggu yang lalu kepulangannya ke tanah air tercinta ini ia bertemu kembali dengan sahabat-sahabat lamanya. Ia menikmati udara tropis setelah hampir dua puluh tahun ia menetap di Negara yang berudara dingin sepanjang masa. Theresia telah berkunjung ke rumah keluarga sahabatnya Alicia dan berziarah ke makamnya.

Kota ini telah berubah.. banyak sekali gedung dan bangunan baru berdiri semenjak ditinggalkannya. Beberapa keponakan yang dulunya masih balita kini sudah mulai remaja bahkan ada yang sudah bekerja. Ah… sudah berapa lama aku terpisah dari mereka? Teman-teman yang dulu masih muda, sekarang sebagian dari mereka sudah mulai memutih rambutnya..

“Delapan belas tahun adalah waktu yang cukup lama ya, Re…..” Sebuah suara yang dulu sangat ia rindukan tiba-tiba terdengar dekat di telinganya. Abi…….

“Apa khabar, Abi…… “ Theresia tersenyum mengulurkan tangannya.

“Baik, Re….. kamu masih terlihat cantik seperti masih gadis dulu….”

Mereka berdua bercerita lalu terkejut dan akhirnya tertawa menyadari bahwa status mereka sama… single… dan mereka juga saling membela diri bahwa kesendirian mereka karena belum menemukan seseorang yang mereka cari selama ini.

“Jadi…. Ternyata kamu itu sungguh-sungguh wanita setia ya, Re….”

“Maksudnya?....”

“Ya… kamu setia dengan kesendirianmu…. Seandainya saya tahu siapa sebenarnya cinta sejatimu, pasti saya akan berusaha mempertemukan kalian…” Abi sedikit bercada memecah kebekuan.

“Ha..ha..ha.. darimana kamu bisa menyimpulkan bahwa saya punya cinta sejati?...”

“Sepertinya setiap manusia diciptakan untuk berpasang-pasangan bukan?... dan saya belum pernah melihat pasangan kamu setelah kamu berbicara tentang perasaanmu padaku sekitar duapuluh tahun yang lalu…. Sewaktu aku memintamu membujuk Alicia agar mau menjadi istriku…..” Theresia terdiam… tersenyum dan menghela nafas panjang.

“Ya, Abi… aku memang menyimpan cinta hanya untukmu…. “ mata Theresia terlihat lelah. Abi sudah mengetahui sejak dulu… namun hatinya telah terpikat oleh Alicia. Dan sampai saat inipun Abi tetap menyimpan cintanya pada Alicia.

Dr. Abimanyu memang belajar banyak dari Theresia. Wanita yang telah memberikan pelajaran tentang kesetiaan. Abi harus memulai dari awal untuk membangun kembali sebuah kepercayaan kepada Theresia . Ia telah bertekat bulat akan membahagiakan Theresia apapun bentuknya. Selain itu, jika memungkinkan Ia akan meminta kesediaan Theresia sekali lagi mewujudkan pesan terakhir istrinya, Alicia yang memintanya menikah dengannya,  sahabat yang disayanginya.

*****
Theresia sepertinya sudah lelah dengan hatinya. Perhatian dan kunjungan-kunjungan Abi semakin membuat subur saja cinta dalam hatinya. Theresia tidak mampu lagi menutupi perasaannya. Dalam mimpi-mimpinya sahabat tercintanya Alicia tersenyum dan memberikan rangkaian bunga pengantin itu padanya.

Malam Natal ini sungguh merupakan malam Natal terindah dalam hidup Theresia. Ia memandang baju pengantin yang akan dikenakannya pada pernikahannya besok setelah Misa Natal di gereja. Ia tersenyum memikirkan calon pengantin pria yang saat ini masih sibuk dengan padatnya acara di Gereja. Hmm…. Seharusnya Abi beristirahat setelah serangkaian kegiatan menjelang Natal diadakan semenjak seminggu yang lalu. Ia mengkhawatirkan kesehatan pria yang sangat di cintainya itu. Tiba-tiba telepon genggamnya bergetar…………………

“Benar saya Theresia…. Ada apa?” ada sedikit nada cemas dalam suara di seberang sana.

“dr. Abimanyu terjatuh…………….

Tak membuang waktu lama Theresia segera meluncur ke jalan menuju Rumah Sakit tempat Abi di rawat. Ruang ICU terlihat sepi hanya ada beberapa perawat keluar masuk ruangan. Abi………………..

“Maaf. Bu…. dr. Abimanyu sedang dalam penanganan medis, silahkan ibu menunggu…” seorang perawat menahannya masuk.

Theresia diam menahan debaran dalam dadanya. Abi sudah mengeluh dengan jantungnya yang akhir-akhir ini agak mengganggunya. Ya Tuhan…. Jika memang engkau persatukan kami, kembalikan kekasihku… Theresia berdo’a dalam hatinya.

“Bagaimana jika ia pergi meninggalkanmu. Theresia….” Wanita berkerudung itu tersenyum kepadanya.

“Aku akan tetap merelakannya….. cintaku kepadanya akan abadi selamanya….” Theresia menitikkan air mata.

“Bukankah kalian besok akan melangsungkan pernikahan?” wanita itu tetap tersenyum.

“Pernikahan kami adalah symbol yang menyatukan kami dalam ikatan yang absah, namun cinta kami akan tetap bersatu walau jasat kami terpisah… aku akan menerimanya dengan lapang dada…. Anda siapa?” There baru menyadari bahwa ia tak mengenali wanita yang sejak tadi berbicara dengannya. Saudara-saudara Abi belum datang ke kota ini.

“Bu Theresia…… maaf saya mengganggu tidur anda..” seorang perawat membangunkannya dari mimpi bertemu wanita misterius tadi.

Theresia segera memasuki ruang ICU tempat Abi berbaring.. kedua matanya tertutup.. ia masih tertidur.. suara mesin deteksi jantung terdengar di telinganya. Theresia duduk di samping tempat tidur, mengusap lembut tangan Abi dan menciumnya.

Masa kritis memang sudah lewat, namun Abi merasa ia tengah berada di dua dunia. Pandangan matanya terbagi dalam dimensi yang berbeda.. ia merasa tubuhnya sangat ringan da melayang-layang. Ia melihat Theresia dengan tetesan air matanya menggenggam erat tangannya. Ia dapat merasakan bahwa wanita itu begitu mencintainya.. Theresia adalah wanita yang paling bisa menjaga hatinya. Ia melihat kerelaan di mata wanita itu….  Di sisi lain ia melihat Alicia tersenyum lembut kepadanya.. senyum yang selalu dirindukannya.. kelembutan yang selalu didambakannya.. ah…. Inikah rasanya berada dalam persimpangan?........teng..teng..teng… tepat pukul 12:00 Abi mendengar suara pujian nan syahdu di telinganya… Natal telah tiba…. Hari ini adalah hari pernikahannya dengan Theresia.


Detik-etik berlalu begitu cepat, akhirnya dr. Abimanyu memang menemukan cintanya. Sebuah hati yang telah menyita seluruh sisa waktu hidupnya… Alicia… Ia merasa bahagia bersamanya……………………………end 

No comments:

Post a Comment