Thursday, April 12, 2012

In Love with Dracula…(3)

Rencana tidaklah selalu mulus terlaksana.. setelah sukses mendapat penghargaan atas penemuannya Prof.Deon seolah lupa akan janji kepada Nathan..Ia begitu sibuk dengan kesuksesannya menciptakan darah sintetis yang sama persis dengan darah manusia yang sangat berguna bagi dunia medis.

" hanya mengingatkan saja.. saya masih berniat menyelesaikan penelitian.." Alina sore itu menemui Deon di rumahnya.

" hmm.. ketertarikan akan kemisteriusan Drakula masih membara rupanya.. wah.. bisa jadi pesaing saya tuh.." Deon menggoda sambil memeluk gadis yang di cintainya…

" sudah terlalu lama.. De.. sudah enam bulan membeku.." Alia melepas pelukan Deon dan duduk di sofa.

" ehmm.. sudah nggak tahan rupanya.." Deon beranjak ".. OK.. ini formula khusus untuk Nathan.. " Deon mengeluarkan kotak perak dari almari..

" kapan saya bisa ke sana?.." mata gadis itu tiba tiba berbinar " segera.. namun tidak mudah menuju ke Kastil Impian.. harus memakai penangkal.."

" whatever.. saya siap kapan saja.." Alina terlihat begitu bersemangat

Deon mendekati Alina.. diraihnya tubuh harum itu dalam dekapanya.. leher jenjang Alina sudah di depan mata.. di sibak rambutnya dan sebuah alat seperti jarum kecil di masukan ke leher Alina.. gadis itu merintih pelan.. memang sedikit perih.. namun setelah itu kecupan lembut bibir Deon di leher gadis itu melupakan segalanya…


—–


Dua hari setelah kembali dari Kastil impian…. " cuit… cuiiiiiit….

" beberapa rekan kerja yang melihat Alina bersama seorang pria menawan berusaha menggoda.

" kenalin dong Aliiiin…" Rasha berteriak dari ujung ruangan… Dosen filsafat itu mendadak kecentilan..

" Asisten baru saya, mbak Sha…" Alina memperkenalkan… Rasha langsung menjabat tangan Nathan Nathan berusaha tersenyum meski ia sendiri merasa agak bingung..

Kedatangannya ke dunia yang berbeda dan sangat ia idam idamkan tercapai sudah. Ia menikmati keramahan setiap orang yang bertemu dengannya dan hal itu membuat hatinya bahagia… inilah yang ia cari… inilah yang membuat ia iri kepada manusia.. mereka begitu ceria dan bahagia dengan kehidupannya…

Pertemuan dengan Deon beberapa tahun yang lalu memberikan harapan.. dan hari ini harapan itu terwujud. Testimoni Nathan menyempurnakan penelitian Alina.. keakraban terjalin.. Nathan yang romantis sangat pintar membuai Alina.. pengagum kemisteriusannya.. walau gadis itu sadar tak mungkin menjalin cinta dengan Drakula.. huft.. ada apa dengan hatinya..

Nathan sangat cerdas.. dua bulan saja ia sudah menjadi dosen idola di fakultas Phsikologi.. mahasiswa cerdas menyukai berdiskusi.. mahasiswi cantik berusaha mencuri hati..

Malam ini Nathan tanpa perjanjian berkunjung ke rumah Deon.. tanpa sengaja ia mendengar percakapan mereka…

" kamu cemburu padanya..? " suara Alina terdengar lirih

" saya merasa sendiri dua bulan ini.. kamu sulit sekali di temui.. sebegitu sibuk kah bersamanya?.. " nada cemburu jelas terlihat di sana..

Alina mengagumi dan menikmati kebersamaan dengan Deon.. namun dalam hati kecilnya ia mengakui begitu bergairah bila berdekatan dengan Nathan..

Deon memeluk Alina dan membisikan sesuatu namun sangat jelas terdengar di telinga Nathan dari balik pintu yang tidak tertutup rapat.

Tampak jelas mata mereka saling memandang ketika tangan Deon memasukan sebentuk cincin di jari manis Alina.. gadis yang di cintainya.. Nathan merasa ada yang menusuk nusuk hatinya.. Ia segera meninggalkan rumah Deon.. sekilas matanya menangkap keduanya tengah berciuman mesra…


—–


Apartemen Nathan tampak gelap.. sebelum tangan Alina mengetuk tiba tiba pintu terbuka dengan sendirinya..

" mengapa berubah pikiran secepat ini, Nathan?.." Alina merasa kecewa dengan keputusan Nathan kembali ke kastil impian.

Nathan tak juga menampakan dirinya.. kotak perak masih di atas meja.. utuh belum tersentuh.. pada pergantian malam bulan purnama.. sekelebat bayangan hitam dengan aroma wangi mendekat.. Alina merasa dadanya berdebar.. ia tahu apa yang sedang terjadi.. Nathan.. tanpa darah sintetis itu meraih tubuhnya dalam gelap.. mencumbu dan menikmati wangi darah manusia asli dari leher Alina tanpa penangkal.. gadis itu mendesah.. menikmati sensasi cinta dalam hati yang sebenarnya… cintanya pada Nathan… Sebelum bayangan itu menghilang di telan malam…


—–


Malam yang indah setelah pernikahan yang meriah..

Deon memasuki kamar, menyerahkan kotak perak kepada Alina dan gadis itu segera meminumnya .. seketika langsung lemas sekujur tubuhnya namun tak berlangsung lama… formula khusus bagi istrinya yang setengah manusia…

Mereka tengah menikmati malam pertama ketika dari sudut matanya Alina melihat sekelebat bayangan di dekat jendela.. matanya terpejam membayangkan Nathan dalam dekapan… (..end..)

No comments:

Post a Comment