Thursday, April 12, 2012

In Love with Dracula…. (2)

Rasa hangat mengalir di sekujur tubuh Alina.. pelukan… ciuman… dan belaian pria kegelapan yang tak mampu ia tepiskan… seluruh tubuhnya lemas seakan darahnya terhenti mengalir… namun kelima indra masih bisa merasakan desahan nafas dan hasrat membara pemilik tangan kekar melingkar di pinggangnya…

Tiba tiba rengkuhan itu terlepas.. tubuh indah setengah telanjang itu terhempas di ranjang… bayangan itu menjauh… melemparkan selimut hangat menutupi tubuh Alina..

"…. deon…" desisnya ia diam memandang Alina dengan tanda di lehernya pemberian Prof.Deon.. gadis itu mulai sadar dari hipnotisnya….

".. Prof. Deon mengirimkan sesuatu untukmu, Nathan…." Alina berjalan menuju ransel yang dia sendiri heran benda itu sudah berada di kamar sejak tadi pagi. Di ambilnya sebuah kotak kecil terbuat dari perak. Nathan… bayangan kegelapan dengan cepat meraih kotak itu.. dan segera berlalu… meninggalkan Alina yang penasaran dengan sikap misteriusnya…

Lorong gelap dan dingin mengiringi langkah kaki Alina yang diam diam menuju ruang pribadi Nathan… pria dalam kegelapan.. dalam ruangan yang terbuka.. Ia duduk tercenung kepala tertunduk di balik meja.. Kotak perak terbuka di depannya.. Perlahan Alina mendekati meja.. tiba tiba ia mengangkat wajahnya.. memandang Alina..

" formula terbaru 100% seperti asli.. enzim dan partikel lainnya sempurna.." tanpa di minta Alina menjelaskan formula darah manusia sintetis yang di ciptakan Prof. Deon

" bagaimana efek sampingnya.. sakitkah..?" oh Alina lega ternyata ia bisa berbicara meski terdengar berat dan serak.

" tidak ditemukan efek sakit sama sekali.. ini yang paling sempurna di tambah energi kekuatan menangkal sinar surya sampai 20 faranheith…selama satu purnama.."

Dengan cepat ia menenggak formula dalam kotak perak.. dan ia terkulai lemas di singgasananya..

Malam kian mencekam.. Alina segera kembali ke kamarnya.. di ambilnya recorder dari dalam tas.. ia mulai berbicara melaporkan apa yang di alaminya.. beberapa saat kemudian ia tertidur…

Pagi yang cerah.. Mata Alina baru saja terbuka.. entah dari mana datangnya.. Nathan sudah berdiri di dekat jendela.. memang sudah dari tadi ia di sana mengamati gadis pujaannya.. Ia telah berganti rupa.. Di bawah siraman sinar surya.. wajah tampan nya cerah bersemu merah..celana jeans, t-sirt dan jaket yang di kenakannya menandakan formula Prof.Deon telah bereaksi dengan sempurna..


—-


Enam bulan yang lalu..

Dalam perpustakaan pribadi Prof.Deon..

DR. Alina tengah asik di depan komputer.. mulutnya terlihat komat kamit membaca kalimat dalam komputer.. Drakula adalah seorang bangsawan vampir yang diceritakan berasal dari kota Transilvania yang berada di Rumania.Kelemahan Drakula ialah bawang putih, salib dan roti sakramen.Dia lebih lemah pada siang hari namun sinar matahari tidaklah terlalu berbahaya baginya. Tokoh ini kemungkinan terinspirasi Vlad Ţepeş, pangeran yang memerintah Wallachia pada abad ke-15 dengan tangan besi.

Drakula umumnya mempunyai deksripsi bertubuh tinggi, mata yang bersinar, berkulit pucat serta memakai jas lengkap dengan sarung tangan. Sifat dasar Drakula adalah sifat dasar vampir pada umumnya.Ia adalah makhluk yang tak bisa mati, peminum darah manusia atau binatang serta bersifat jahat.

Dalam penelitiannya DR. Alina juga membahas tentang mitos-mitos seputar Dracula. Mitos seputar kematian, kuburan sampai kastil Impian Dracula diuraikan dan dianalisa dengan rasional, sehingga ia mengetahui kenapa mitos-mitos tersebut bisa muncul dan kemudian berkembang di masyarakat.

Penelitian DR.Alina seorang ahli di bidang psikologi itu di dukung oleh seniornya Prof. Deon si jenius muda ahli kimia…

" yess.. kalo hasilnya positif.. minggu depan kamu bisa menemui Nathan di Kastil impian.. Drakula pujaanmu itu, Al.." senyum Prof.Deon ceria

" hahahaha.. kalau saya bisa bawa Nathan kemari dalam wujud manusia.. baru saya akan memujanya.." Alina tertawa..

" terus.. sebagai pencipta formula saya dapat apa?.." Prof Deon tiba tiba sudah berbisik di telinga Alina.. gadis itu tersenyum.. Ia menyadari Deon sangat menginginkan cintanya..

" mau minta hadiahnya sekarang, nich…" Alina memutar kursi menghadap wajah Deon dan mendekat.. tangannya melingkar di leher pria cerdas yang di kaguminya.. bibir mereka beradu dan dengan lincah bermain lidah menikmati dalam desah.. tak puas berciuman mereka mulai bergairah menjamah tubuh yang rapat berpelukan erat.. satu demi satu kancing baju gadis itu terlepas………….

.. kriiiiiiii……iing… telepon berdering.. namun tak ada niatan kedua anak manusia yang sedang bercinta itu mengangkatnya…. (to be continue..)

No comments:

Post a Comment