Thursday, April 12, 2012
In Love with Dracula…(1)
.. bulan purnama tiba.. sinarnya terang namun angker di sudut terpancar.. lolongan srigala jadi jadian mengiris hati menanti mangsa pelepas dahaga..
Sekelebat bayangan hitam tampak dari sudut matanya.. bau aneh menyengat membuat bulu kuduk merinding dan jantung berdetak lebih cepat..
Alina.. memacu mobil dengan mata nanar menatap jalan di depannya yang seakan tak berujung.. pohon pinus yang berbaris menyerupai raksasa berbadan gelap menutupi sinar bulan terang menambah suasana kian mencekam..
… aaauuuuuuuuuuuu…
Lolong srigala membuat hatinya bergetar.. mengapa tak jua sampai ke kastil impian.. hmm.. bau aneh itu datang lagi di iringi klebatan bayangan hitam yang dari tadi selalu mengikuti…
.. ciiiiiiitttttt.. bunyi rem terinjak mendadak..
Srigala dengan mata merahnya menghadang di depan.. dingin dan tajam.. mendekat perlahan seakan ingin menerkam…
.. diiiiinn… diiiiiinn… bunyi klakson beberapa kali tak membuatnya pergi.. pandangan mata Alina mengarah ke munculnya beberapa pasang sinar merah keluar dari semak semak belukar… dua.. tiga.. empat.. lima.. enam.. tujuh.. delapan.. sembilan… seluruhnya memancarkan amarah dan haus darah…
Alina… gadis itu berusaha tenang.. ia terdiam.. memandang tajam ke depan.. sinar matannya beradu dengan sinar mata merah sang Srigala yang paling besar di antara kesembilan lainnya.. tiba tiba gadis itu membuka pintu mobilnya.. mendekati sang mata merah yang siap menerkam tubuh indah berbalut gaun merah.. Alina hanya terdiam menatap sinar mata merah dan pasrah….
Angin kering berhembus mempermainnkan rambut Alina yang masih berdiri terhipnotis kekuatan mistis.. pada detik detik terakhir sebelum srigala menerkam… hanya sekelebat bayangan hitam itu lewat memencarkan sinar biru menerjang kawanan srigala mata merah seiring menghilangnya tubuh Alina… plaasshh….
auuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu……..
Kawanan srigala mata merah yang panik beringsut mundur ketika sinar biru melintas di hadapan dan hilang di telan kegelapan malam…. meninggalkan wangi semerbak…..
—–
Alina berusaha membuka mata walau berat terasa.. sinar lampu remang remang menyadarkan dirinya dimana ia berada.. kamar tidur mewah nan luas… ranjang klasik dimana ia tergeletak menunjukan betapa tinggi selera pemiliknya…
Pintu terbuka.. tidak ada siapa siapa.. Alina melangkah ke luar ruangan.. lorong yg tadinya gelap tiba tiba menjadi terang.. seiring dian yang menyala dengan sendirinya seolah menuntun langkah kaki gadis itu menuju suatu tempat..
Ruangan yang megah dan mewah namun memancarkan aura dingin dan kelam.. di atas meja telah tersedia jamuan makan.. Alina menyapu pandangan sampai ke sudut ruangan.. ia tak menemukan siapa siapa..
… kruuuuukk.. suara yang datang dari lambungnya tak mampu menahan wangi masakan dari atas meja.. duduk di kursi yang tersedia gadis itu melahap makanan yang ada.. red wine mengakhiri santapannya pagi ini….
… krieeett… braaaakkk… tiga buah jendela secara bersamaan terbuka dengan sendirinya… Sinar mentari menembus ruangan.. hmm.. terasa hangat meski semilir angin pagi berdesir… Alina melangkah mendekati jendela.. wow.. kastil impian.. ternyata ia sudah di dalamnya.. dari pusat bangunan tempat ia berdiri pemandangan sangat mengesankan..
Hutan pinus dan padang rumput mengelilingi kastil ini.. di sebelah kiri ada danau kecil dan hamparan padang gladiol.. lili dan krisan berwarna warni di sekitarnya.. Alina menghirup udara segar memenuhi rongga dadanya.. angin pagi nakal masuk dari sela sela lingerie.. haaah.. tanpa sadar meraba tubuhnya.. mana gaun merah yang di pakainya semalam..? mengapa ia hanya mengenakan lingerie tipis sutra..??
Gadis itu tampak masih memikirkan keadaannya.. dari balik kegelapan terlihat jelas lekuk tubuh indahnya.. sang penikmat hanya menyeringai penuh hasrat.. namun ia tak mampu menentang kodrat.. bahwa hidupnya hanya di dalam gelap.. hanya malam teman setianya.. namun kenikmatan memandang gadis yang sedang menikmati alam pagi itu menimbulkan gelora dalam dadanya.. walau lemas sekujur badan karna terpaan sinar mentari pagi.. Namun ia tetap menikmati hangat gejolak dalam jiwanya.. ia hanya mampu memandang dan menunggu malam menjelang…
—–
" siapa..? " dalam keterkejutan Alina bertanya ketika pintu tiba tiba terbuka.. malam menjelang dan dingin menusuk tulang..
Pria dalam gelap itu membawa jubah hangat mendekat…
Dari dekat diterangi cahaya lentera tampak jelas wajah pias dan mata abu abu yang memancarkan sinar kelam.. menyeringai dan tampaklah gigi taring panjang…mengulurkan tangan.. seolah mengharapkan kehangatan…
Sedetik kemudian Alina bangkit.. pandangan matanya mendadak kosong.. ia mendekati pria wangi aneh.. dan dengan sekali rengkuhan ia telah jatuh dalam pelukan….(to be continue)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Kebiasaan dech buat pembaca penasaran ,,, ;)
ReplyDelete