Sebuah negeri yang sangat indah...Ashley sang bidadari
tersenyum menyambut akhir dari penantian yang panjang yang membalikkan
kisah cinta mereka menjadi kesedihan. Ikatan kasih antara seorang anak manusia
dan bidadari yang saling mencintai, Dea sang penyair dan Ashley sang bidadari.
Mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung, bersama di
pesisir pantai menghantarkan matahari senja.
Namun Ashley sang bidadari tak menyadari bahwa jerat
cintanya membuat Dea sampai pada satu titik kebimbangan yang teramat dalam..
malam-malam saat merenungi hamparan padang cintanya Dea seakan lupa akan
kodratnya sebagai manusia. Ia tak membutuhkan siapa-siapa di dunia ini… hanya
ada seseorang yang mendampingi.. menyayangi dan mencintainya… Ashley sang
bidadari cantik dambaan hatinya.
Namun sesaat kemudian Dea tersadar bahwa dunia tempat ia
berpijak bukan khayalan semata. Raisa menunggu dan akan rela berbagi cinta
dengannya…huft.. mengapa semua ini terjadi? Segenggam tanya tak jua terjawab..
Dea melemparkan buku hariannya ke atas meja.. tanpa sadar lilin kecil yang
menerangi ruangan itu ikut terhempas.. api yang menyala semakin besar tak mampu
ia singkirkan… Dea tak jua beranjak dari tempatnya berdiri… padahal api semakin
lama semakin membesar dan membakar seluruh ruangan bahkan hampir sebagian
rumah…
Sebagian atap sudah berjatuhan dilalap api yang seakan marah
pada Dea… mengapa kau sia-siakan hidupmu Dea.. tak sadarkah dirimu bahwa hidup
selalu mempunyai arti… bukan hanya sekedar bermimpi. Detik-detik terakhir
sebelum api menelan tubuhnya sesosok bayangan dengan sinar putih melesat
menyambar tubuh Dea yang telah sebagian terbakar… sesaat kemudian pak Pandu,
asistennya yang dari tadi berteriak-teriak memanggil namanya mendekati kobaran
api… Tak tertolong nasib pak Pandu tubuhnya menjadi santapan raja api yang
sedang mengamuk menenggelamkan masa lalu Dea sang penyair dan seluruh hasil
karyanya.
Malang nasib Dea sang
penyair… mengalami luka berat akibat kebakaran itu. Ia berbaring di atas
ranjang beberapa malam tidak sadarkan
diri di sebuah tempat yang asing. Ashley
sang bidadari menjaganya dengan tiada henti memanggil-manggil nama Dea kekasihnya
yang tidak sadar sedikitpun. Air matanya sendiri hampir kering karena menangis
sepanjang hari. Siang dan malam sang bidadari selalu mendo’akan kekasihnya agar
tersadar dari tidur panjangnya. Sang penguasa Nirwanapun merasa iba kepada
bidadari yang telah memilih menjauhi kenikmatan bak surga demi menemui kekasihnya di dunia… Ashley sang
bidadari memohon pertolongan kepada sang Penguasa negeri bidadari untuk
mengembalikan kekasihnya.
" Apakah kamu benar-benar bersedia menggunakan nyawamu
sendiri untuk menukarnya?".
" Ya…" Ashley sang bidadari tanpa ragu sedikitpun
menjawabnya.
" Baiklah.. Aku
bisa segera membuat kekasihmu sembuh kembali, namun kamu harus berjanji
menjelma menjadi kupu-kupu selama 3 tahun. Apakah kamu juga bersedia dengan pertukaran
seperti ini?".
" Saya bersedia!" dengan jawaban yang pasti sang bidadari menjawabnya.
Ketika hari telah menjelang terang, Ashley sang bidadari telah menjadi
seekor kupu-kupu yang indah. Kepakan sayap biru nan kemilau berputar-putar di
dekat ruangan dimana Dea dirawat setelah menghabiskan beberapa minggu dalam
kondisi koma.
Hasilnya, Dea
benar-benar telah siuman bahkan ia sudah mampu berbicara dengan seorang dokter.
Namun sayang, kupu-kupu jelmaan Ashley sang bidadari tidak dapat mendengarnya
sebab ia tak bisa masuk ke ruang itu. Dengan di batasi oleh kaca, ia hanya bisa
memandang dari jauh kekasihnya sendiri.
Beberapa hari kemudian, Dea sang penyair telah sembuh. Namun
ia sama sekali tidak merasa bahagia.. dimana ia?..
Seorang perawat yang memasuki ruangan menceritakan bahwa ia
di temukan telah berada di depan Rumah Sakit ini sejak dua minggu yang lalu
dalam keadaan koma. Pihak rumah sakit mengetahui jati dirinya dari surat
kabar.. rumah sakit terpencil ini jaraknya 50 km dari rumahnya yang terbakar?
Mungkinkah? Siapa yang membawanya kemari?...
Ashley sang bidadari yang telah berubah menjadi kupu-kupu
berwarna biru setiap saat selalu berputar di sampingnya? hanya saja ia tidak
bisa berteriak, tidak bisa memeluk. Ia hanya bisa memandangnya secara diam-diam.
Ah.. Dea kekasihku… aku merindukanmu…
Musim panas telah berakhir, angin musim gugur yang sejuk meniup
jatuh daun pepohonan. Kupu-kupu mau tidak mau harus meninggalkan tempat tersebut..
lalu untuk yang terakhir kali ia terbang
dan hinggap di atas bahu Dea sang penyair. Ia bermaksud menggunakan sayapnya yang
kecil halus membelai wajahnya, menggunakan mulutnya yg kecil lembut mencium
keningnya. Namun tubuhnya yg kecil dan lemah benar-benar tidak boleh di ketahui
olehnya, sebuah gelombang suara tangisan yang sedih hanya dapat di dengar oleh
kupu-kupu itu sendiri dan dengan berat hati ia meninggalkan kekasihnya, terbang
ke arah yang jauh dengan membawa harapan.
-----
Raisa tak henti mengucap syukur pada ILLAHI….. penantian dan
pencarian Dea kekasihnya selama ini telah menemukan titik terang… Dea berada di
sebuah rumah sakit yang jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalnya… dan masih
hidup..!!!
" Raisa… "
" Dea.. thank’s
GOD kau selamat…"
" Jangan
tinggalkan aku sendiri lagi, Ra…"
" Tak kan
pernah..!"
" Ra… menikahlah
denganku…"
Raisa memeluk pria yang dicintainya itu erat-erat seakan tak
ingin melepaskannya… sungguh sebuah penantian yang sangat panjang untuk
menggapai mimpi bersanding dengan Dea. Hari itu musim semi dimulai… di
hari-hari yang indah Dea dan Raisa merajut impian mereka setelah janji sehidup
semati di ucapkan… pernikahan yang sangat bersahaja… seorang penyair dan
penulis novel ternama……
Setelah tiba musim semi yg kedua, sang kupu-kupu jelmaan
Ashley sang bidadari dengan tidak sabarnya segera terbang kembali mencari
kekasihnya Dea yang lama di tinggalkannya. Namun matanya yang mungil memandang
seseorang di samping bayangan yang tak asing lagi… ternyata telah berdiri seorang
wanita cantik. Dalam sekilas itu sang kupu-kupu nyaris jatuh dari angkasa. Ia
benar-benar tidak percaya dengan pemandangan di depan matanya sendiri. Lebih tidak
percaya lagi dengan pembicaraan banyak
orang. Suara-suara terdengar di
telinganya betapa parah sakit sang lelaki. Melukiskan betapa baik dan manisnya
wanita itu menemani. Bayangan lukisan sebuah pernikahan yang bahagia di pelupuk
matanya.. betapa sempurnanya percintaan mereka.
Sang kupu-kupu sangat sedih. Beberapa hari berikutnya ia sering melihat Dea kekasihnya membawa wanita
itu ke gunung memandang matahari terbit, menghantar matahari senja di pesisir
pantai. Segala yang pernah di milikinya dahulu dalam sekejap tokoh utamanya
telah berganti seorang wanita lain sedangkan ia sendiri hanya bisa hinggap di atas bahunya, namun tidak
dapat berbuat apa-apa.
Musim panas tahun ini sangat panjang, sang kupu-kupu setiap
hari terbang rendah dengan tersiksa dan ia sudah tidak memiliki keberanian lagi
untuk mendekati kekasihnya sendiri. Bisikan suara antara Dea dan suara tawa
bahagianya sudah cukup membuat hembusan nafasnya berakhir, oleh sebab itu sebelum
musim panas berakhir, sang kupu-kupu telah terbang berlalu. Meninggalkan sebait
puisi kepedihan dalam benaknya….
Sayap-sayap patah
Hasrat kian menguap
Lara
terendap
Terbelenggu
jiwa berawai harap
Tersayat,
gelora terdekap
Senyap;
tersadap
Binar
asmara, redup tengkurap
Bunga
nyata kembali terhisap
Lekas
menatap berganti atap
Sosok
lenyap
Tenggelam
dalam gelap
Desah
tertangkap
Patah
sayap tak mampu hinggap ,,
Kagum mendecak
Singgasana awan bersiram arak
Sayap bercahaya mengepak lunak
Memeluk asmara berhias semerbak
Rinai goda pertegas jarak
Bersangkar kodrat menyekat tampak
Membelah jiwa dalam ruang tak berarak
Rindu menyayat luka berserak
Oh, penguasa negeri sajak
Kekuatan derma telah terpasak
Terhuyung keluh tak berteriak
Sanggupkah getir abadi ku tapak?
(puisi by Dea Penyair)
Bunga bersemi dan layu. Bunga layu dan bersemi lagi. Musim
panas pada tahun ketiga datang jua, sang kupu-kupu sudah tidak sering lagi pergi
mengunjungi kekasihnya Dea. Sesekali di malam-malam yang sepi kepakan sayap
kecilnya menerbangkan tubuh mungilnya memandang sang penyair kekasihnya itu mendekap perlahan bahu si
wanita, mencium lembut wajah wanitanya itu, mencumbunya dan ia sama sekali tidak punya waktu memperhatikan
seekor kupu-kupu yang hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu.
Tiga tahun perjanjian penguasa negeri bidadari dengan sang
kupu-kupu sudah akan segera berakhir. Tepat di hari yang terakhir, Dea.. kekasih
si kupu-kupu jelmaan Ashley sang bidadari tersenyun mengenggam erat sang wanita, Raisa
dengan seorang bayi mungil di dekapan mereka. Dalam ruangan itu sang kupu-kupu
secara diam-diam masuk ke dalam dan hinggap perlahan di atas pundak Dea. Ia
mendengarkan sang kekasih mengucap kata-kata penuh kebahagiaan mendo’akan si
buah hati mungil mereka.
" Putri kecilku yang cantik.. semoga engkau dikaruniai
sebuah hati yang putih bersih semurni kasih sang bidadari !". Ia
memandangi sang ibu dan mereka berciuman dengan mesranya.
Mengalirlah air mata sedih bercampur haru sang kupu-kupu..
terbang menjauhi ruangan menuju nirwana menemui sang penguasa negeri bidadari.
"Apakah kamu
menyesal?" sang Penguasa bertanya.
Sang kupu-kupu segera mengeringkan air matanya dan menjawab "Tidak".
" Besok kamu sudah kembali menjadi dirimu
sendiri". Sang kupu-kupu menggeleng-gelengkan kepalanya "Biarkanlah aku menjadi kupu-kupu
seumur hidupku".
" Mengapa? "
" Adakalanya kehilangan merupakan takdir..dan ada
beberapa pertemuan yang tidak akan
berakhir selamanya.. MENCINTAI seseorang tidak mesti harus MEMILIKI, namun... MEMILIKI seseorang harus
benar-benar MENCINTAI… saya ingin tetap
memiliki cinta itu dalam jiwa…."
Dan kupu-kupu biru penghuni negeri bidadari melesat terbang
menjauhi bumi… menikmati keindahan nirwana…. Ah… bidadari memang selalu berhati
suci…… (end)


Beeeeeeeeeeeeeerrrrrrrr
ReplyDelete