Kehidupan masa kecil akan selalu
membekas di hati setiap manusia. Berbahagialah bagi mereka yang mempunyai masa
kecil yang membahagiakan.. cukup kasih sayang dan perhatian. Namun bagi
sebagian orang yang kurang beruntung akan mendapatkan kedewasaan yang tidak
sempurna. Mereka akan mendambakan cinta dan kasih sayang seutuhnya, sehingga
mulailah kedewasaan mereka dipenuhi dengan pencarian cinta yang hilang di masa
kecilnya. Kadang cinta yang datang tidak selalu seperti yang di dambakan… (Al_)
Kehidupan masa
kecil Ezt tidak seperti
kehidupan masa kanak-kanak. Dia memiliki orang tua yang tidak melakukan
apa-apa selain mengkritik segala sesuatu dan untuk menghardik semua orang disekitarnya termasuk Ezt. Tidak ada
yang cukup baik bagi mereka
untuk bekerja selain terus-menerus memukuli Ezt dan setelah itu ditinggalkan di luar. Beberapa kali Ezt berfikir untuk
melarikan diri namun
ia tahu bahwa ia tidak akan
pernah pergi jauh. Ia masih meninggalkan seorang adik
laki-laki, Stew, yang berusia 5 tahun dan harus dirawat karena sang adik
menderita kebutaan.
Kehidupan sekolah juga sangat mengerikan baginya. Setiap orang selalu memiliki pengganggu dalam hidup mereka, tetapi juga memiliki seorang teman. Namun Ezt tidak memiliki keduanya. . Tidak ada seorang pun mengenalinya, bahkan para guru. Mereka akan memanggil namanya tetapi tidak pernah benar-benar peduli bahkan untuk mendengar jawaban gadis kecil itu. Ezt seperti hantu di sekolah itu dan sayangnya ia tumbuh untuk menerima itu. Ini adalah kehidupan yang diberikan kepadanya. Dia bertekad untuk hidup melalui itu. Tidak peduli jika kesepian menderanya setiap hari.Hari-harinya dilalui dengan membaca buku.. belajar dan belajar…
Kehidupan sekolah juga sangat mengerikan baginya. Setiap orang selalu memiliki pengganggu dalam hidup mereka, tetapi juga memiliki seorang teman. Namun Ezt tidak memiliki keduanya. . Tidak ada seorang pun mengenalinya, bahkan para guru. Mereka akan memanggil namanya tetapi tidak pernah benar-benar peduli bahkan untuk mendengar jawaban gadis kecil itu. Ezt seperti hantu di sekolah itu dan sayangnya ia tumbuh untuk menerima itu. Ini adalah kehidupan yang diberikan kepadanya. Dia bertekad untuk hidup melalui itu. Tidak peduli jika kesepian menderanya setiap hari.Hari-harinya dilalui dengan membaca buku.. belajar dan belajar…
Tahun-tahun
sekolah berlalu Ezt mulai dewasa
dan mekar. Dia cantik dan memiliki suara paling lembut. Sejak setahun lalu orangtuaya pergi
entah kemana. Ezt yang berusia 14 tahun harus bekerja pada malam hari dan
sekolah di siang hari. Sorenya ia pergunakan waktu untuk merawat adikknya dan
membereskan urusan rumah sebelum ia berangkat bekerja di sebuah Bar mewah
sebagai cleaning service.
Beasiswa itu sedikit meringankan
beban biaya sampai adiknya menderita kejang dan menghembuskan nafas terakhir
pada saat Ezt melaksanakan ujian akhir. Airmata tak mampu menghalau
kesedihannya. Hidup sebatangkara tanpa saudara membuatnya melangkahkan kaki
meninggalkan pekarangan kumuh rumah yang telah dihuni selama ini.
" Aku butuh uang?" Suatu hari ia berkata pada dirinya sendiri setelah satu minggu tinggal di penampungan. Sebuah hotel menerimanya bekerja paruh waktu sehingga ia dapat meneruskan study di perguruan tinggi lewat jalur beasiswa yang dimilikinya. Ezt berjanji pada dirinya untuk melewati kesulitan ini segera. Ia akan menebus kemiskinan dan ketidak pedulian orangtua terhadap anak-anaknya.. terhadap dirinya dan adiknya.
" Aku butuh uang?" Suatu hari ia berkata pada dirinya sendiri setelah satu minggu tinggal di penampungan. Sebuah hotel menerimanya bekerja paruh waktu sehingga ia dapat meneruskan study di perguruan tinggi lewat jalur beasiswa yang dimilikinya. Ezt berjanji pada dirinya untuk melewati kesulitan ini segera. Ia akan menebus kemiskinan dan ketidak pedulian orangtua terhadap anak-anaknya.. terhadap dirinya dan adiknya.
Sky, kepala divisi kepegawaian yang
cantik itu memang sering membantunya. Meringankan pekerjaannya dan dalam
beberapa kesempatan mereka makan di sebuah café dengan menu kesukaan Ezt.
Tatapan mata teduh Sky membuat Ezt terkadang sering merindukan wanita itu.
“ Ada yang ingin aku sampaikan…”
Sore itu Sky menemui Ezt yang sedang membereskan peralatan kamar hotel ke dalam
almari.
“ Ada apa, bu?” Ezt sudah biasa
menerima pemberian dari Sky. Selama enam bulan bekerja di hotel ini Ezt dinilai
sangat baik. Melalui referensi Sky ia dipromosikan menjadi kepala gudang
penyimpanan. Namun ia baru akan melaksanakan awal bulan depan.
“
Malam ini jangan pulang dulu ya, Ezt….. tunggu aku..OK” Sky berbalik
menjauhinya. Sky..lajang berusia sekitar 30 tahun. Wanita dewasa itu sangat
menjaga penampilannya. Tubuhnya yang proporsional selalu berbalut pakaian yang
trendi dan elegan dan.. hmmm… parfumnya
sangat segar.. diam-diam Ezt sering menikmati kesegaran dan keharuman wangi
parfum Sky jika berada di dekatnya.
Malam itu Ezt menunggu Sky di dekat
pintu gerbang yang menghubungkan dengan tempat parkir mobil karyawan. Honda
Jazz berwarna merah milik Sky masih berada di sana. Ezt membuka tas dan meraih
sebuah diktat tentang Microbiology, mata kuliah yang sedang ia ambil. Matanya
segera tenggelam dalam deretan kalimat dalam diktat sampai sebuah tangan
membelai pundaknya…
“ Maaf ya Ezt… agak lama menunggu.
Meeting dengan direktur…”
“ Sambil membaca, bu… menunggu jadi
tidak terasa…” Ezt tersenyum… sambil menghirup aroma parfum Sky yang masih
segar saja walau telah seharian di kantor.
“ Kita makan dulu ya… aku dengar ada
café dengan menu hotplate yang enak…” Sky tidak membutuhkan jawaban Ezt… karena
ia yakin gadis itu pasti tidak akan menolak.
Café modern dengan interior yang
menarik.. Ezt mengagumi penataan lampu yang sangat indah. Tidak terlalu terang
namun cukup nyaman, sehingga Ezt
menangkap ada yang aneh dalam tatapan mata Sky malam ini.
“ Mulai hari ini aku tidak mau
dipanggil, bu….” Tiba-tiba Sky berkata lembut membuat Ezt mengentikan suapannya.
“ Lalu saya harus memanggil apa?..”
“ Sky saja….”
“ Ah… saya tidak terbiasa…”
“ Kamu akan terbiasa… segera…” Sky
tersenyum penuh arti. Jadi hanya ini yang akan disampaikan malam ini... Ezt
bergumam dalam hati.
Mobil mereka tidak berbelok kearah
kos-kosan dimana Ezt tinggal. Namun melaju kearah jalur utama dan berbelok
memasuki sebuah kawasan apartement. Ezt memahami… mungkin Sky akan mampir ke
tempat teman atau saudaranya. Sky memang sering mengajak Ezt mengunjungi
teman-temannya…
Mereka memasuki gedung bertingkat
itu. Ezt menunggu Sky berbicara dengan karyawan yang berada di front desk
sambil mengamati kemewahan ruangan basement apartement ini. Kemudian Sky
memberi kode supaya Ezt mengikutinya. Mereka naik ke lantai 8. Sky mengeluarkan
kunci dan melangkah keluar lift, melewati lorong pendek dan berhenti di depan
pintu.
Mereka memasuki sebuah apartemen
mewah dengn furniture berkelas. Ezt masih belum mengerti mengapa apartemen itu
begitu sepi. Kemana pemiliknya?
“ Haahhh… saya?.... tinggal di
sini?...tapi… ini terlalu besar buat saya…” Ezt terkejut mendengar Sky
memintanya tinggal di apartemen ini.
“ Tenang, Ezt… kita akan tinggal
bersama…” tangan halus Sky melingkar di pinggang Ezt… menatap tajam mata indah
gadis itu. Ezt sedikit gugup menyadari keduanya begitu dekat… sekali lagi Ezt
menikmati wangi ini… Sky menariknya dalam pelukannya.. membelai wajah Ezt yang
masih belum bisa menduga debar di dadanya.. namun sebenarnya dalam hati Ezt
merasakan kedamaian dalam pelukannya.

No comments:
Post a Comment