Tuesday, February 28, 2012

The contract.....

‘ Jadi…. gadis itu yang mau dikenalin ke mama… Steve..?  nggak salah nih.. gadis lugu begitu…’
Ada yang salah dengan gadis yang kubawa ke rumah untuk diperkenalkan dengan mama… Lia terlalu lugu… dengan pakaian sederhana dan jilbab polosnya ia tampak tidak berbeda dengan bik Umi pembantu rumah kami. Pantas saja mbak Vera mencibir begitu melihat Lia berjalan memasuki ruangan.
‘ bawa pergi aja, Steve… paling mama nggak mau menemuinya…’

Dengan kalimat yang halus kuajak Lia pergi dari rumah dengan seribu tanya di matanya. Ia hanya terdiam mendengar seribu alasan yang kusampaikan mengapa hari ini kami tidak jadi ketemu mama.

Mobil Steve baru saja meninggalkannya.. bayang bayang keindahan itu telah sirna.. Steve yang akan menjadikannya kekasih bayaran mencampakannya.

Kekasih bayaran??.. Lia mengenalnya setahun yang lalu yang lalu ketika Steve datang ke toko bunga miliknya mencari anggrek putih kecintaan kekasihnya.. dari cara memperlakukan anggrek itu ia bisa memastikan cinta yang mendalam di hati Steve untuk kekasihnya.. keakraban terjalin karna hampir setiap minggu pria itu menjemput anggrek putih buat sang kekasih..

Hingga satu tahun Lia hanya bisa memendam rasa.. ia hanya mampu memandang dan menikmati wajah teduh itu walau sekedar bertanya kabar berita jalinan cinta mereka.. sampai ia mengetahui berita penyakit berbahaya yang merenggut nyawa pemuja anggrek putih itu.. dan beberapa bulan berlalu tanpa wajah teduh itu… Steve patah hatinya.. ia tak mampu berpaling cinta dari sang pemuja Anggrek putih itu.
13150360371131362805

Bahwa cinta bisa merubah segalaya itu benar adanya.. kala senja merambat pelan.. di usapkan kembali lipstick padat berwarna terang.. Lia siap berangkat.
Steve berdecak kagum memandang… mama pasti senang.. ia tersenyum puas.
‘ cantik… Steve pintar mencari pacar…’ wanita setengah baya itu duduk di hadapan Lia, matanya tak berhanti menatap tajam gadis cantik di depannya..
‘ kapan kalian akan menikah?… tanpa di duga pertanyaan itu keluar dari bibirnya.. membuat Steve yang berdiri di belakang sofa terhenyak..
‘ ah.. kami belum memikirkannya, ma.. ‘ Steve menghindar..

Wanita yang di panggil mama itu berdiri menuju meja. Ia mengeluarkan sebuah buku dari laci dan menulis sesuatu di sana. Tak berapa lama ia kembali menuju sofa, meletakkan selambar cek dalam jumlah besar di atas meja…
‘ Untuk pernikahan kalian bulan depan… kalau masih kurang jangan sungkan sungkan
minta mama…’ wanita itu berlalu meninggalkan tatapan mata dengan sejuta makna milik Steve dan Lia…
13150369551816688205
‘ bagaimana caranya?… Lia bertanya ketika Steve menawarkan kontrak selanjutnya.. ia merasa semakin jauh memasuki relung hati palsu yang tak mampu di hindari… matanya melayag dan menyapu pantai di depan matanya.. namun tak di temukannya jawaban di sana… hanya desiran angin yang menembus galau hatinya…

Setelah ‘kekasih bayaran’ kini Steve menawarkan kontrak ‘istri bayaran’… huft…Lia menghela nafas panjang… sanggupkah ia menikmati dusta? sampai kapan ia harus bersandiwara? Mengapa pria gay yang diam diam ia cintai ini tak kunjung merubah asa?… tak bisakah ia mengubur bayangan kekasih prianya yang telah tiada?….

 -----

Hidup ini terkadang memang harus memilih.. dengan konsekuensi yang harus kita hadapi.. ya hidupku adalah pilihanku.. mampu atau tidak.. suka atau tidak.. Pilihan hidupku tetap berlari seiring waktu…
Lia menatap wajah Steve yang sedang menyantap sarapan di hadapannya.. seperti biasa.. dingin dan tak peduli terhadap wanita yang di nikahinya tiga bulan yang lalu..
‘ kalau kamu berminat.. beli aja.. toko bunga belum ada di area itu..’
‘ nilai kontrak saya khan nggak sebesar itu.. ‘
‘ nggak masalah.. pakai uang saya dulu.. kalau sudah dapat profit baru kembalikan..’
Lia memandang bunga bunga di tokonya.. tak ada jawaban di sana.. hanya bayangan kios bunga mungil di area baru sesuai hasratnya… ah.. ini pilihan mudah.. dan ia segera menemukan jawabnya…

Kios bunga sudah dalam genggaman.. beginilah cara Lia mengisi hari harinya.. sejenak mulupakan bayang beku cinta dalam hatinya.. bila malam tiba Steve menjemputnya.. sekali sekali mereka menghabiskan malam panjang di cafe atau pantai..

Malam ini Steve menjemput agak larut.. ia tidak sendiri rupanya. Nino ‘teman’ baru itu tersenyum saat di perkenalkan.. rencana pulang tertunda di sebuah club..
huft.. Duduk bertiga dan Lia tak sanggup memandang kemesraan mereka.. rasa jijik dan muak membuatnya menghabiskan beberapa gelas Liquor hingga jantungnya berdebar kencang seiring dentuman music di lantai datar..

Kesadarannya tak mampu menghentikan gerakan tubuhnya ‘fly ‘ mengikuti irama..
‘ hi.. aku Jeff.. nice dance..!’ pria itu berbisik di telinga Lia lalu mengulurkan tangannya

Melodi telah berganti.. alunan musik romantis membawa penikmatnya berdansa..
‘ saya Lia.. thanx..’ sambut uluran tangan yang perlahan tapi pasti telah berganti dengan pelukan.. dekapan.. dan ciuman di pundak..leher dan bibir Lia.. gadis itu masih memejamkan mata membayangkan Steve mencumbunya.. hangat dan mesra…

Ketika ia membuka mata tersadar ia telah berada di sebuah kamar.. di atas ranjang.. tanpa selembar benang.. di lihatnya pria yang baru di kenalnya di lantai dansa tadi berada di sampingnya… tersenyum.. puas.. dan penuh kemenangan..
‘ bajingaaan..!! apa yang kamu lakukan??…’ gadis itu berteriak tertahan menyadari tubuhnya telanjang di balik selimut
‘ lho.. bukankah kamu juga menikmatinya, Lia sayang..’ Jeff masih tersenyum
‘ maksudmu.. apa kita telah….’ Lia tak mampu meneruskan kalimatnya..
‘ Aku menyukaimu .. Aku suka caramu menikmati cinta..meskipun Steve yang selalu kamu sebut.. hmm.. kamu pasti sangat mencintainya.. ‘ Jeff masih tersenyum menggoda.. dengan sigap ia menangkap tangan mungil Lia yang hendak menamparnya..

Entah apa yang harus dilakukannya.. Lia bingung harus bagaimana.. Cinta telah membutakan segalanya.. Cinta telah menghancurkan hidupnya.. Inilah konsekuensi pilihan hidupnya malam ini.. ia diperkosa..? bukan.. tidak ada bukti kekerasan fisik di sana.. ia hanya mabuk dan terobsesi seseorang yang sangat di cintainya.. Steve..

Steve mencari cari bayangan gadis itu dalam keremangan.. sebentar sebentar matanya menyapu ruangan dengan lampu temaram.. namun tak di jumpainya sosok gadis itu…. Entah dari mana tiba tiba Lia berjalan ke arahnya dengan tergesa gesa..
‘ pulang..?.. ada apa?..’ pertanyaan Steve terjawab dengan munculnya wajah Jeff.. adik Nino.. Steve paham arti senyuman Jeff dan mata sembab Lia…

Plaaaak.. tamparan di muka Jeff mengejutkan semua yang hadir di sana.. Nino yang tidak menerima tindakan Steve terhadap adiknya segera menarik tangan Jeff meninggalkan ruangan.. Steve meraih tangan
Lia dan mengajaknya pulang..

Gadis itu tak menduga di balik sikap dingin dan tak peduli Steve masih ingin melindunginya.. ada rasa sejuk di dadanya.. genggaman tangan Steve terasa mencairkan kekacaua.

-----

Pengorbanan dengan keihklasan selalu menghasilkan.. namun apakah hasil itu memuaskan atau tidak.. tergantung bagaimana kita menikmatinya..

Steve bingung harus bagaimana.. Ia berdiri di depan pintu kamar mandi.. masih terdengar suara rintihan menahan sakit dari dalam… tiba tiba bel berbunyi.. ia segera berlari ke depan melihat siapa yang datang… mama..
‘ Steve.. semua akan baik baik saja.. mama sendiri yang akan memantau perkembangan calon cucu mama..’ wanita itu tampak begitu bahagia..

Steve lemas di sofa meremas rambutnya.. setelah kepergian mama dengan wajah ceria.. Ia tak tau harus bagaimana membujuk gadis itu untuk tidak menggugurkan kandungannya..
‘ please.. Lia.. tegakah kamu melihat mama kecewa..? Apa saja Lia.. asal jangan biarkan mama kecewa.. ‘

Gadis itu masih berlinang air mata.. pengecut..!! keparat..!! penipu..!! sungguh ia sangat membenci sifat Steve yang satu ini.. hanya demi kebahagiaan ia mau melakukan apa saja untuk mama.. mengapa ia selalu hidup dalam dusta.. mengapa laki laki ini sangat memuja semu dan maya dalam hidupnya… puih.. Lia ingin meludahi mukanya..

Bagaimana dengan dirinya? tak berhargakah tubuh ini? Bagaimana ia akan hidup dengan anak dari pria yang ia sendiri tak tahu pasti?..

Lia masih punya hati nurani.. ia tak tega menggugurkan kandungannya setiap kali mertua satu satunya selalu datang dengan sejuta bintang di matanya.. hingga akhirnya bayi perempuan kembar yang cantik itu lahir ke dunia…

Cinta dan Kasih tumbuh sehat dan ceria dengan sejuta kasih sayang dari kedua orang tuanya.. dan limpahan kebahagiaan dari neneknya.. sampai sang nenek menghembuskan nafas terakhirnya setelah kanker berkepanjangan yang menguras tenaga dan harta .. tuhan berkehendak lain.. mama meninggalkan kedua cucu tercintanya dengan bahagia…



Lia mulai merenungi nasibnya.. merenungi cintanya.. entah apa yang tengah di rasakannya.. entah dimana cinta pada Steve yang dulu pernah membara.. ia hanya bisa tersenyum melihat Steve tak pernah sekalipun membawa ‘teman’ istimewa.. ia merasa bahagia melihat Steve sangat mencintai anak anaknya dan selalu menghabiskan waktunya bersama mereka.. bermain dan bercanda…
‘ Sudah saatnya.. Steve..’ suaranya terdengar lirih putus asa..
‘ apakah kamu tega pergi meninggalkan kami?..’ Steve menggenggam erat tangan Lia..
 Huft.. lagi lagi bimbang datang.. meski lelah jiwa ini.. namun entah terbuat dari apa hati ini.. selalu ihklas menyayangi keluarga kecil ini.. dan Lia selalu rela untuk kembali…



‘ masih bolehkan seorang pecundang dan pengecut seperti saya.. mengharapkan cinta?..’ lia tersentak ketika tiba tiba tangan kekar Steve menyentuh pundaknya..

Dalam hening malam yang tak mampu terpejam.. Lia duduk di beranda.. menatap bunga bunga perdu.. merah, kuning, ungu.. indah namun sendu…
‘ cinta itu milik siapa saja.. Steve.. siapapun tak terkecuali di dunia ini..’
‘ beberapa tahun ini saya selalu berfikir.. sungguh berat hidup wanita ini.. mencintai diriku yang tak sedikitpun punya rasa itu.. mengorbankan hati.. jiwa dan cintanya bahkan tubuhnya hanya untuk membahagiakan orang lain.. sangat mengagumkan.. pantasnya ia mendapatkan apa yang ia inginkan.. ‘ kata kata Steve jelas jelas menusuk jantung ..

Lia terperangah dan hanya mampu memandang Steve menelanjanginya dengan kalimat yang meluncur deras bak sungai es tajam menghujam.. kali ini lia menangisi dirinya sendiri.. Ia merasa begitu bodoh.. tolol.. Ia berlalu meninggalkan Steve..



Tiga tahun Steve mengagumi pengorbanan gadis bernama AmaLia.. tak pantas rasanya membiarkanya terluka.. Ia seperti mutiara.. keindahan yang tersembunyi namun sangat di damba..

Sudah saatnya Steve berkorban untuknya.. yang terbayang di depan tidaklah terlalu sulit untuk menemukan cinta gadis itu.. ya.. steve memacu jeepnya lebih kencang.. ia ingin segera sampai di rumah.. ia ingin menyampaikan berita ini kepada istrinya.. istri?.. ah indah sekali kedengarannya… Braaakkk…
Sinar itu begitu terangnya.. perih sekujur tubuhnya..
‘ papa… papa..’ jelas terdengar suara Cinta dan Kasih kesayangannya.. dimana Lia..?
‘ Steve.. ‘ terdengar suara lembut di telinganya.. Lia.. hangat tangan itu mengusap lembut air matanya.. sekejap saja lalu semuanya beku..

Dua minggu Steve dalam pantauan.. namun kondisinya tak berangsur membaik.. 90% kondisinya tak mampu bertahan.. dan pagi ini ada yang datang ketika derai air mata Lia mengalir deras membasahi genggaman tangannya..

Steve hanya bisa memandang istrinya.. anak anaknya.. mbak Vera kakak perempuannya menitikan air mata di hadapan tubuh yang terbujur kaku tak bernyawa..
Jeff.. pengacara itu ada di antara mereka.. maaf telah diberikannya jauh hari sebelum kecelakaan maut itu terjadi..
Ia tahu.. Jeff sangat mencintai Lia.. terlebih setelah ia memberitahukan anak kembar mereka..
Steve melangkah pasti meninggalkan orang orang yang di cintainya.. ia tersenyum mengucapkan selamat tinggal untuk selama lamanya.. Ia bisikan ke dalam hati Jeff ketika ia melewatinya.. ku titipkan istri dan anak anak kandungmu kepadamu Jeff.. teruslah mencintai mereka dengan segenap hati dan jiwa…. end

                                                                 OOO

4 comments:

  1. kisah cinta yang mengharukan


    penuh dengan airmata jadinya

    hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi.. makasih aa Roni dah setor air mata di sini...

      Delete
  2. huaaaaaaaaaaaaaahhh,,, steve mau kemana?? hiksss

    titi2 dj ya steve,, nti ketemu mujianto,wkwkwwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wkwkwk.. hush.. awas di datengin arwah gay.. hahaha

      Delete