
Entah apa yang kurasakan, tiba-tiba tubuhku terasa ringan seperti hendak melayang.. bahkan ketika Finn menggendongku dan merebahkanku di pembaringan…. Aku hanya mencium aroma musk bercampur Marvel dan pinus menyentuh hidungku… hmmm… parfum yang di kenakan Finn begitu menggoda hasratku…
Beberapa saat memang kita terbuai dengan kenikmatan bercinta, namun tiba-tiba mataku terbuka.. menyadari pakaianku sudah hampir terbuka, dan Finn sepertinya sudah tidak ingin melepaskan pelukan…
“ Aaaahhhh…. Finnn…. Hentikan!!!...” secara reflek aku menjerit kecil saat tangan Finn meraba bagian bawah perutku..
“ Ada apa, sayang?.... bukankah kamu juga menginginkannya?...” Finn menatapku sambil nafasnya menderu.
“ Maafkan aku….” Sedetik kemudian aku memegang tangannya dan menghentikan gerakan tubuh kami yang telah menyatu di ranjang empuk ini. Aku bergerak menjauh dari tubuh Finn. Ia menatapku seolah tak percaya dengan apa yang kulakukan. Mata Finn terlihat berkilat seperti menyimpan tanya…
“ Ada apa, sayang?... mengapa berhenti?...” sekali lagi Finn meraih tubuhku dalam pelukannya. Aku tetap diam tak bergeming. Beberapa saat kami berpelukan tanpa sepatah kata.. diam.. membisu… tenggelam dalam fikiran masing-masing.
“ Antarkan aku pulang, Finn…. Aku minta maaf… aku tidak sanggup melakukannya sekarang…. Aku masih perawan, dan aku akan menyerahkkah keperawananku padamu kelak jika kamu menjadi suamiku… maafkan aku…” Aku segera bangkit dari ranjang, membenahi pakaian dan merapikan rambutku yang terlihat acak-acakkan.
“ Baiklah… jangan gusar… aku tidak memaksa… maafkan aku ya…. ayo kuantar pulang…” kalimat Finn datar seolah mengandung kekecewaan yang sangat dalam.
Dalam mobil kami lebih sering membisu.. sebenarnya aku sangat mencintai Finn, namun entah mengapa aku sangat berat mengikuti cara gadis-gadis remaja lainnya yang dengan mudahnya memberikan wujud kasih sayang mereka dengan menyerahkan keperawanannya… tidak.. hati ini seperti memberontak, meski beberapa saat ada kebimbangan dan keraguan demi merasakan nikmatnya cumbuan kekasihku dan menuruti hasratku…. Namun sepertinya akal sehat lebih menguasai pikiranku sehingga aku berani menolak Finn dan tentu saja aku harus siap dengan resiko yang akan datang setelah kejadian malam itu di pondok kayu.
Karissa memandang kedatanganku dengan tatapan heran malam itu. Aku tahu ia memiliki banyak pertanyaan kepadaku, namun sepertinya ia lebih memilih membiarkan aku tertidur.
“ Kamu sudah siap bercerita, sayang…” pagi itu Karissa membuatkan segelas susu madu dan membawanya ke kamarku.
“ Nggak ada…..” kuteguk susu hangat…
“ Maksudnya?...” Karissa menatapku dan menekuk keningnya
“ Nggak ada yang perlu diceritakan….”
“ Maksudku… mengapa kalian cepat sekali pulang… bukankah seharusnya baru nanti malam kalian pulang?... apa kalian bertengkar..?”
“ Nggak…” aku menggeleng.
“ Lalu?... ayo dong Kassandra…. Aku penasaran… sesuatu telah terjadi, bukan?
“ Nggak…. Bahkan tidak terjadi apa-apa di antara kami…”
“ Jadi…. Kalian tidak melakukan?...”
“ Yup…”
“ Kalian tidak bercinta?....”
“ Yup…”
“ Ahhh….. bersabarlah sayang…. Itu pilihanmu….” Karissa memelukku.
Benar saja, setelah kejadian itu Finn seolah menjauhiku. Pertemuan kami sudah tidak dihiasi kehangatan. Kami hanya sekedar bertemu.. makan malam.. atau berbicara seperlunya saja… Finn terlihat tidak memandangku dengan bintang-bintang di matanya. Beberapa bulan ini kami semakin jarang bertemu. Akhirnya kami benar-benar berpisah setelah ujian akhir dan aku meneruskan study di luar kota.
*****
Tiga tahun kemudian
“ Bagaimana make-up ku?...” Karissa memandangku tajam.
“ Kamu cantik sayang…. Lihatlah dirimu di cermin… aku akan menjadi pendamping pengantin yang paling bahagia di dunia…” kulihat mata Karissa berkaca-kaca.. lalu ia memelukku.
“ Semoga kamu juga segera menemukan tambatan hatimu Kassandra sayang…”
“ Thank’s….” aku sangat mengagumi kecantikan saudara kembarku dengan baju pengantin yang sangat indah. Setahun yang lalu ia bertemu dengan Martin, seorang pengacara yang tampan dan ramah. Karissa benar-benar jatuh cinta kepadanya. Mereka melakukan kencan-kencan romantis di seluruh negara. Mereka juga sering mengajakku, namun aku cukup tahu diri untuk tidak mengganggu kencan mereka.
Setelah menyelesaikan study setahun yang lalu, aku sering ,menghabiskan waktu dengan membaca dan beraktifitas sosial. Selain kesibukan sebagai editor sebuah surat kabar, Aku sama sekali belum menemukan pengganti Finn.. entahlah… sulit sekali mencari cinta seperti milik Finn kepadaku… ah… mungkin karena aku masih mencintai Finn… cinta pertamaku..
“ Kudengar Finn bekerja di Portland… sepupunya, Anne akan datang ke pesta nanti…” tiba-tiba Karissa berkata seolah mengetahui apa yang sedang aku fikirkan.
“ Aku tidak tahu… sudahlah…. Mana Marie… lama sekali… “ aku berusaha mengalihkan perhatian. Namun tiba-tiba dadaku sedikit bergetar demi mendengar nama Finn…
Pesta pernikahan Karissa dengan Martin berlangsung dengan sangat meriah. Tamu-tamu berdatangan dan mengucapkan selamat dengan senyum mengembang dan berdoa untuk kebahagiaan. Aku tidak begitu memperhatikan tamu-tamu.. siapa saja yang datang… aku berfikir pastilah teman-teman Karissa dan Martin saja yang berada di sana. Aku sibuk mencicipi hidangan yang semua kusuka. Mulai dari appetizer yang gurih menggoda lidahku.
Semangkuk corn soup dan chips sudah berpindah ke dalam perutku. Sambil meneguk softdrink kulihat Marie sedang asyik berdansa dengan Lucas, entah kekasihnya yang keberapa… Marie tersenyum dan mengedipkan mata kepadaku. Adikku itu memang sangat cantik dan enerjik. Tak sulit baginya mendapatkan seorang pria.. tidak seperti aku… huft… ada apa denganku ini? Mengapa bayang-bayang Finn selalu saja menghantuiku selama tiga tahun ini?... sehingga setiap aku mengenal pria rasanya tak seindah Finn di mataku.. ada saja kekurangannya. Finn.. ah.. mengapa tiba-tiba aku memikirkannya. Bekerja di Negara nun jauh disana mana mungkin kami bisa bertemu… sudahlah Kassandra… lupakan pria itu..!!!
Mataku terus memilih main menu yang kali ini sedikit membuatkau bingung… antara roasted lamb atau seafood.. hmmm… kedua-duanya menggoda lidahku…kedua-duanya adalah menu vaforitku….
“ Seafood nya enak… kalo nggak percaya coba saja….” Sebuah suara yang sangat familiar terdengar di telingaku.. Finn…. Dia berdiri dengan senyum tepat di seberang meja hidangan.
“ Finn……………” Aku terpaku.. baru saja aku memikirkan pria itu, eh.. tiba-tiba ia telah berdiri di hadapanku.
“ Apa khabar Kassandra?... “ Finn melangkah mendekatiku dan mengambil dua buah piring menu seafood. Dengan tetap tersenyum ia mengajakku yang masih belum mampu berbicara, duduk di meja di dekat mini fontain buatan yang indah..
“ Ehm…. Aku baik-baik…. Kamu datang dengan siapa?...” akhirnya sadar juga aku dan segera menjawab pertanyaannya.
“ Anne. Sepupuku… ia teman sekantornya Karissa…”
“ Ohh…. Ayo makan…“ aku merasa bodoh sekali hari itu…. tanpa sadar kumakan menu seafood sampai ludes…
“ Kamu benar-benar kelaparan ya, Kassandra…..” Finn tersenyum melihat cara makanku.
Tak hanya itu, semangkuk chocolate ice cream dan segelas orange juice juga kulibas. Finn hanya tersenyum melihat tingkahku. Walau sekilas aku melihat Finn jauh lebih dewasa di banding tiga tahun yang lalu. Bayangan hijau di sekeliling dagunya sungguh membuat dadaku berdebar.
“ Apa tidak bisa memandang yang lain selain melihat aku makan?...” Finn tertawa kecil ketika menyadari dirinya terus memandangku menghabiskan makanan dengan rakus.
“ Ah.. maafkan…. Aku berfikir mungkinkah kita bisa bertemu setelah pesta ini?...” kali ini tatapan mata pria itu tampak serius.
“ Hmmm… berapa lama kamu berada di kota ini?..” sebenarnya aku hanya ingin memastikan bahwa Finn tidak segera kembali ke Portland.
“ Lusa aku akan kembali… bagaimana kalau kita bertemu besok malam di Down Café?... aku menunggumu jan 07:00 malam, OK…” Finn segera bangkit dan menarik tanganku untuk berdansa dengan musik yang lembut.. membuai kenangan kembali bersamanya tiga tahun yang lalu. Dekapan tubuh Finn seakan tak ingin kulepaskan hingga malam hari saat kupandang gerimis membasahi dedaunan sekaligus membasahi jiwaku yang gersang selama ini.. Sejuk dan segar kurasakan..
Esok harinya aku sungguh tidak bisa berkonsentrasi menyelesaikan artikel yang kutulis untuk surat kabar. Pikiranku terpaku pada undangan Finn nanti malam. Masih kurasakan kehangatan pelukan pria itu saat berdansa di pesta pernikahan Karissa kemarin.. ah… realistis Kassandra… pelukan itu belum tentu mengembalikan cintamu padanya… mungkin saja ia hanya bernostalgia… huft… kutekan tombol shut down…
Down café menyisakan kenangan saat kami sering menghabiskan waktu bersama tiga tahun yang lalu. Finn selalu tidak lupa membawakan setangkai bunga untukku… oww… tenanglah Kassandra… jangan mengkhayal yang bukan-bukan….
Kulangkahkan kaki menuju meja 23 seperti kebiasaan kami dulu yang selalu memesan meja itu. Terletak agak di sudut dan menghadap sebuah dinding kaca yang dialiri air seolah gerimis sepajang waktu.. kami menyukai suasana gerimis.. dingin dan tenang..
Benar saja… Finn sudah berada di sana sambil menghadapi tabletnya… ia segera menutup dan memasukkan gadget tersebut ke dalam saku jaketnya ketika melihatku datang. Hmm… setangkai mawar merah kuterima… dan ah… apa itu?... sebuah amplop seukuran undangan berwarna merah marun di atas meja. Undangan??...
“ Selamat malam, Kassandra… kamu cantik sekali malam ini…” Finn memberikan senyum yang selalu ku kagumi sejak dulu.
“ Thank’s… apa itu?....” Tanpa sadar pertanyaan bodoh itu terlontarkan. Dadaku sedikit berdebar ketika Finn menyerahkan amplop merah marun itu kepadaku dengan senyum tersungging di bibirnya. Mampus… itu pasti undangan pernikahannya… huh… apa yang harus kulakukan?
Dengan menyisakan sedikit kekuatan kubaca tulisan di amplop depan… CELEBRATE YOUR WEDDING NIGHT FOR THREE DAYS AT BOHEMIAN 5 STARS LODGE….
“ Apa ini Finn?...” aku sungguh-sungguh tidak mengerti. Mungkinkah pernikahan Finn yang akan berlangsung di sebuah hotel bintang lima di pegunungan yang sejuk? Betapa bahagianya wanita itu.
Finn menarik kursinya mendekatiku.. meraih tanganku dan menggenggamnya erat.. beberapa detik kami hanya saling menatap.
“ Aku akan menikahimu, Kassandra… aku ingin kamu menyimpan undangan itu sampai saatnya kita berbulan madu.. “ Finn terus menatapku seolah menunggu jawaban. Dan.. sumpah… aku dalam kebingungan bercampur kebahagiaan.. sehingga tidak sepatah katapun mampu kuucapkan.
“ Kamu yakin sekali Finn… kemana kamu selama ini?...” beberapa saat kemudian aku mulai mengerti.
“ Aku tidak pernah pergi kemana-mana Kassandra… aku terlalu mencintaimu… Karissa sudah menceritakan semuannya…“ Finn dengan cepat menciumku hangat… sampai aku sendiri tanpa sadar membalas ciumannya.
*****
Finn memelukku dari belakang ketika aku duduk di bangku yang terletak di beranda lodge ini. Sebuah pavilliun mewah di puncak bukit yang dikelilingi hutan pinus telah dua hari ini kami tempati setelah pesta pernikahan kami tiga hari yang lalu.
Aku menghirup kembali wangi musk berpadu dengan bunga marvel dan daun pinus dari tubuh Finn… hmm… keharuman yang sangat ku suka….
“ Jadi aku memang benar-benar beruntung kali ini..” Finn bergumam sambil menciumi leherku.
“ Maksudnya?...” aku memeluk lengannya lebih erat ketika angin dingin menyentuh kulitku.
“ Kamu benar-benar menyerahkan keparawanan itu kepadaku, Kassandra... dan aku sangat berterima kasih dengan semua itu… kamu menjaganya hanya untukku, bukan?...” Finn masih mencium, kali ini turun ke pundak dan punggungku….
“ Iya, sayang…. I love you… ” Finn membalikkan badanku ke arahnya dan menciumku. Aku meletakkan tanganku di lehernya, membawa dia sedekat aku bisa. Dia meraih pinggulku dan membawaku dekat dengannya. Kami saling menatap.. mencicipi rasa surgawinya.
Setidaknya memang Finnlah pria yang tepat untuk merobek keperawananku.. dan ketika darah perawan itu menetes karena robeknya selaput dara, aku bahkan tertawa dan bahagia…. Karena inilah hadiah sempurna buat suamiku… Finn……… @end
wow.... speechless.... 2 thumbs up ;)
ReplyDeletehehehe...thanx.... malah blm baca.. #aneh...hahahaha
ReplyDeletewow.. keren pisan tah..
ReplyDeleteuhuiyyyy... thanx papa Win.... bs menikmati juga yaaaa..... :D
Deletewuiih
ReplyDeleteasoy
wah....aseeekkk... thanx Conni Aruan...
Deleteheheheehe asikkkk :D
ReplyDeletehiahaha.... thanx Auda sayangkyuuu....
ReplyDelete