Wednesday, November 14, 2012

Kuserahkan kegadisanku pada Finn…




" Kau benar-benar menyukai  Finn kan?"  Karissa saudara kembarku bertanya saat kami duduk di tempat tidur, menonton beberapa film.

" Aku mencintainya," aku berpaling dan menatapnya.  Karissa tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahuku.  

" Dan dia mencintaimu," keluhnya. " Kassandra, Maafkan aku bertindak seperti orang menyebalkan. Aku hanya sedikit cemburu, aku tidak berhasil dalam berhubungan dengan pria yang kusuka, tapi kalian berdua terlihat begitu indah."

"
Karissa,  kamu hanya perlu menemukan seseorang yang benar-benar mencintai dan siapa yang akan mencintaimu … dan percayalah,  kamu akan segera menemukannya."

"
Kau pikir begitu?"  Karissa tersenyum padaku.

"
Aku tahu begitu," kataku sambil meremas pipinya..

"
Kamu akan memberikan keperawananmu kepada Finn?" dia duduk, matanya melebar.  

" Siapa bilang?" Aku mengangkat alis. "Kami hanya  akan pergi selama dua hari selama weekend."

" Dua  hari adalah waktu yang lama tanpa seks, maksudku untuk seorang pria," dia mengangkat bahu.

"
Sebuah hubungan tidak selalu tentang seks, Karissa  ," Aku memutar mataku.

" Tidak, tidak sama sekali,"  Marie  adik kami melangkah masuk dengan kunci mobil di tangannya.  Dia memiliki  mobil seperti milikku tapi berwarna di biru tua. "Apa yang kita bicarakan?"

"
Sebuah hubungan," Karissa mengangkat bahu. " Bagaimana denganmu  Marie? Siapa pria yang beruntung?"

"
Oh, dia dari sebuah universitas, dia lulus tahun ini, dia seksi tapi berbahaya seperti singa.. hahaha,"   Marie duduk di seberang kami. " tetapi Dia sempurna!"

" Dia terdengar sempurna,"  Karissa tersenyum. " Lagi pula, aku punya kencan malam ini."

" Kamu selalu punya kencan setiap malam dengan orang yang berbeda khan… playgirl!!...,"  Marie dan  aku berkata  pada waktu yang sama. Karissa tertawa dan memutar matanya.

"
Orang-orang itu mencintai saya.... Hey,! Hanya kencan  saja…., aku tidak  meniduri mereka," Karissa membela dia sendiri. Aku mengangguk… kami bertiga tertawa…

"
Benar, " Aku punya kencan besok malam."

"
Oooo,"  Karissa tersenyum mengolok-olokku. "  Ke mana dia membawamu?" Aku mengangkat bahu.

"
Dia tidak mau memberitahu," aku tersenyum. " Aku gugup."  Mereka malah menertawakan kegugupanku. Memang aku termasuk yang paling bodoh diantara saudara-saudaraku. Baru sekali ini aku mempunyai kekasih. Bertemu dengan Finn di sebuah acara amal dan berlanjut pada kencan-kencan di akhir minggu, belum mampu membuat aku terbiasa dengan debaran yang selalu kurasakan setiap kali aku bersamanya.

Bahkan ketika malam itu aku  bersiap-siap akan berangkat, aku bahkan merasa gemetar. Kami benar-benar bersama, seperti dalam sebuah hubungan, aku dan Finn saling memiliki dan semua orang tahu. Kenapa aku sangat gugup?

Aku me
nghela nafas saat selesai mengoleska lipstik merah di bibirku dan berbalik untuk melihat diriku di cermin.. Hmm terlihat cantik… Aku mengenakan gaun rancangan desainer berwarna  putih yang sangat ketat melekat di tubuhku. Aku menata rambut yang kuangkat berantakan dengan helai jatuh ke bawah.

"
Kassandra!..." Karissa berteriak memanggilku di luar pintu kamar mandi. " Finn di bawah dan menunggu. "  Sial! Aku menggeleng, sedikit panik dengan debaran ini… menyedihkan Kassandra, menyedihkan!

Aku membuka pintu dan mata Karissa melebar. "Kau tampak, cantik…indah!"

"
Terima kasih," kataku sambil tersenyum. "  Karissa segera  menarikku  keluar pintu kamar.

"
Kau tampak baik-baik saja, dia menunggu," katanya saat kami berjalan di lantai bawah. Aku benar-benar bisa mendengar detak jantung  memompa keras dan cepat. Ada dia,  Finn, T-sirt hitam, dengan  jaket kulit hitam, rambutnya berantakan  tetapi stylish, ia tampak tampan.  

"Kassandra"  hanya kata itu yang kudengar dari bibirnya .

"
Ehm…., tidak bisa berberkata-kata ya…," Karissa memecahkan situasi  saat ini. " Finn, Jaga dia, bawa Kassandra pulang ke rumah dalam keadaan utuh, atau kau berhadapan denganku!" Finn mengangguk sambil mengacungkan jempolnya ke arah Karissa.

Kemudian Finn  meraih  tanganku. " Kita harus pergi." Aku menoleh ke Karissa, dia mengedipkan mata dan bergegas ke lantai atas.  

“ Sebenarnya kita akan kemana?...” tanyaku ketika kami sudah meluncur di jalan raya.

“ Kamu akan tahu nanti, sayang…. Ini sebuah kejutan…” Finn tersenyun dan meraih tanganku.. menggenggamnya dengan lembut. Hatiku semakin berebar-debar saja.

Beberapa saat kemudian kami memasuki kawasan hutan pinus..  haa…. Hutan… aduh… mudah-mudahan Finn, kekasihku ini tidak melakukan hal-hal yang tidak kuinginkan. Sekitar 15 menit kemudian kami memasuki sebuah halaman rumah. Sebuah pondok kayu yang sangat indah. Dari halaman luar yang terlihat sangat terawat lampu dari dalam rumah terlihat menyala. Seorang laki-laki setengah baya keluar dari dalam rumah.. tersenyum ramah menyambut kedatangan kami.

“Saya sudah menunggumu, anakku…. Mari masuk. Saya sudah siapkan sedikit makanan dan selimut hangat.. selamat menikmati akhir pekan kalian…” Laki-laki tua itu tersenyum menjabat tangan lalu berjalan menuju sebuah truk tua yang di parkir di tepi jalan.

“ Siapa dia?..” Tanyaku ketika truk tua itu telah berlalu.

“ Paman Hardy.. penjaga pondok ini.. ia tinggal tak jauh dari komplek rumah pondok di bawah sana.. “ Finn menjelaskan dan segera mengajakku memasuki pondok.

Udara sejuk karna pondok kayu ini berada di tengah-tengah hutan pinus yang tinggi dan lembab. Dari teras ini sinar bulan purnama menembus daun-daun pinus menerangi malam yang istimewa.. setidaknya Finn yang memelukku dari belakang ikut menikmati kelembutan malam ini.

 "Sekarang, kita berada di pondok kita sendiri." Aku tersipu dan dia menarikku masuk ke sebuah ruangan di dalam pondok, ruang besar. Dengan meja makan dan makanan di atasnya. Finn mengajakku mencicipi beberapa kue yang masih hangat… hmm lezat… kami saling menyuapi dan tertawa ketika Finn dengan jenaka memainkan kue yang hendak ku makan menjauh dari mulutku.. aaahhh…. Wajahku jadi berbenturan dengannya… kami terdiam menikmati sentuhan di wajah. Dengan perlahan Finn menggerakkan wajahnya menelusuri seluruh bagian wajahku.. terakhir bibir kami saling menyentuh…

 " Oh aku…," aku menahan napas.  Finn tertawa  tangannya mengusap lembut wajahku.. namun bibir kami semakin menempel erat dan saling melumat……

"
I love you Kassandra…. “ Finn bergumam pelan

Entah apa yang kurasakan, tiba-tiba tubuhku terasa ringan seperti hendak melayang.. bahkan ketika Finn menggendongku dan merebahkanku di pembaringan…. Aku hanya mencium aroma musk bercampur Marvel dan pinus menyentuh hidungku… hmmm… parfum yang di kenakan Finn begitu menggoda hasratku…   (bersambung)

2 comments:

  1. hutan pinus, pondok kayu, aroma musk 'n marvel.... sexy....

    endingnya khas Al bgtz... selalu bikin penasaran....

    ReplyDelete
  2. thanx.... tunggu lanjutannya ya.....

    ReplyDelete