Sunday, July 15, 2012

Tuyul@.com...........[Part4]


Yesss…dua hari lagi aku bebaaasss…cihuyyyy….ia segera membereskan barang barangnya…. ia tak sabar ingin ke dunia manusia lagi… setelah duapuluh tahun tinggal bersama teman temannya di pusat rehabilitasi Tuyul ini ia merasa berat juga meninggalkan mereka.. bagaimana tidak Yulia yang tadinya membenci tempat ini sekarang malah mendapatkan banyak ilmu dan teman senasib.. Misye, si kuntilanak yang pernah menikah dengan manusia.. Tiara, suster ngesot yang juga jatuh cinta sama seorang dokter.. Erika, tuyul yang (bahkan) sampe sekarang masih menjalin hubungan dengan majikannya. 

Ternyata walau berbeda dunia, walau sering dianggap tidak berguna, mereka juga punya hati.. mereka juga punya cinta.. Mereka semua teman teman yang menyenangkan…di setiap pembelajaran pasti kelompok mereka yang paling unggul…maklumlah.. mereka para demit berpengalaman..

Dan.. hari itupun tiba… Yulia berpamitan dengan teman temannya… dari pusat rehabilitasi sendiri Yulia dinobatkan sebagai peserta rehabilitasi tercepat.. waahh…ia mendapatkan penghargaan sebuah ilmu yang bisa merubah tampilan dirinya seperti manusia.. plus perangkat audio canggih untuk menyadap suara dari radius tak terhitung sekalipun….. yay… Yulia selamat bekerja…

Di dunia hantu ini memang semua sudah diatur sesuai prosedur. Tidak ada yang berani melanggar peraturan yang telah ditetapkan oleh Pemerintahan hantu yang dikepalai oleh Dewan Hantu. Siapa saja yang melanggar harus dihukum. Siapa saja yang tidak mematuhi peraturan harus di denda. Semua itu dilaksanakan dengan kesadaran penuh dan sukarela, padahal Hantu itu tidak lebih mulia dari manusia namun kebesaran jiwa mereka lebih dari manusia. Aneh ya…, tidak seperti di Dunia Manusia, jika ada yang melanggar bisa melarikan diri, sembunyi, dan membela diri sampai akhirnya membebaskan diri……

Kakinya melangkah perlahan di jalanan yang tak begitu ramai, matanya menyapu ke seluruh penjuru…dimana orang itu… Yulia mencari cari di sepanjang jalanan, di sudut sudut bagian sampai di pembuangan sampah tapi tak diketemukan orang yang ia cari. Padahal dari sinyal audio yang dimilikinya suara itu datangnya dari daerah ini…

Gadis berkerudung biru itu bertanya kepada para pemilik toko yang kebetulan berada di luar, namun tak satupun dari mereka mengetahui dimana keberadaan orang yang ia cari.. tiba tiba matanya menangkap bayangan seseorang di dekat jembatan… benarkah apa yang ia lihat???…..

Laki laki berperawakan tinggi itu berjalan terseok seok mendorong gerobak melalui jembatan kecil yang menghubungkan pertokoan dengan perkampungan. Gerobak dorong itu memuat makanan dan minuman. Langkah kaki Yulia di percepat, ia ingin meyakinkan apa yang dilihatnya…setelah cukup dekat barulah Yulia menghela nafas lega..benar…laki laki itu Paijo…Yulia terus saja mengikuti paijo yang berteriak teriak menjajakan dagangannya… sesekali ia berhenti melayani pembeli. hmm.. Yulia tidak menyangka Paijo mau bekerja.. baguslah.. akhirnya ia sadar juga.. kalau dari dulu Paijo rajin bekerja pasti hidupnya tidak akan sengsara.. tanpa sadar ia mengusap airmatanya…

“ Neng…mau beli gorengan neng….” Tiba tiba seseorang menyapanya.. menyadarkan lamunannya…

“ Eh.. ya kang… jual apa saja?..”

  Macam macam neng….. ada pisang goreng, tempe goreng, tape goreng… neng bukan orang sini ya?…” Tanya si akang penjual gorengan…

Tentu aja si akang penjual makanan tidak mengenali Yulia, karna saat ini Yulia tidak dalam wujud aslinya, ia berwujud manusia.. seorang gadis cantik berkerudung biru…

“ Bukan kang… saya bukan asli sini… sudah lama jualan makanan, kang ?”

“ Ya.. lumayan neng, sudah tiga tahun dagang.. daripada nganggur…”

“ Oow.. hasilnya lumayan ya kang… “

“ Alhamdulillah, neng.. bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga.. apalagi istri saya hamil tua… “ laki laki itu duduk di sebelah gerobaknya.

“ Wah… sebentar lagi punya anak ya kang… “

“ Mudah-mudahan lancar neng, doakan saja…”

“ Jadi berapa semua, kang ??…”

“ Enam ribu rupiah, neng..”

“ Nih, sisanya ambil untuk istri abang di rumah…” Yulia mengulurkan uang kertas seratus ribuan.

“ Maaf neng,… saya bukan pengemis… saya memberi makan keluarga saya dengan uang halal…. Terima kasih, ini kembaliannya…. Permisi neng, saya mau keliling lagi “
Yulia hanya bisa tersenyum dan memandang kepergian Paijo.

Di jalan Paijo merasa bersalah telah mengecewakan gadis berkerudung biru itu, namun ia sudah bertekat untuk hidup di jalan yang lurus. Sebenarnya ia melihat sinar tulus dari mata gadis itu, maaf neng, saya mengecewakan niat tulusmu. Ia tak ingin mengulangi kesalahan kesalahan di masa lalu yang membuat hidupnya sengsara. Dengan harta berlimpah ternyata bukan jaminan hidup bahagia, justru hidup sederhanalah yang membuat ia bahagia. Sejak ia memutuskan berubah dan menikah ia merasa mememukan kebahagiaan yang selama ini ia sangka ada dalam limpahan materi dan menumpuknya harta. Ia sadar bahwa selama ini ia selalu melihat ke atas, silau dengan gemerlap harta dan kekayaan tetapi tidak mau berusaha. Setelah menikahi Marni, wanita pilihan emaknya, ia sadar bahwa dalam hidup ini kita harus bekerja dan berusaha. Apalagi sang istri, Marni begitu memperhatikan dan mencintai dirinya apa adanya walau kehidupan mereka serba sederhana.

Ah, kalau saja ia diberi kesempatan tentunya hanya satu yang ia inginkan… ia ingin bertemu Yulia..mantan tuyul peliharaannya. Yulialah yang telah membuka hatinya.. Tuyul cantik itulah yang membuatnya berubah, dan belajar menghargai sebuah usaha…

Yulia memandang pasangan yang berbahagia itu… Bayi mungil berjenis kelamin perempuan itu sangat lucu…. Sebuah karangan bunga telah ia kirimkan tanpa nama pengirimnya, pasangan suami istri itu mengagumi rangkaian bunga nan indah untuk mereka. Mereka saling memandang penuh cinta sambil membelai bayi mereka…di kakinya ada label bertuliskan nama bayi tersebut, YULIA ………



Note : Cerita ini hanya fiktif.. apabila ada kesamaan nama dan tempat bukan merupakan unsur kesengajaan. Semoga ada hikmah yang dapat di ambil meskipun hanya setitik kebaikan yang dapat kita petik. Best warm regards,

No comments:

Post a Comment